Setiap urutan prosesi temu manten memiliki makna tersembunyi. Berikut adalah makna disetiap runtutan :
Rabu, 05 September 2018
Urutan Prosesi temu manten
Berikut adalah runtutan prosesi panggih manten:
1. Balangan Gantal
Tata cara. Pengantin pria melempar gantal ‘gondhang tutur’ dengan sasaran dada pengantin wanita. Sedangkan pengantin wanita melempar gantal ‘gondhang kasih’ yang dituju lutut pengantin pria.2. Ngidak Tigan (Menginjak Telur)
Tata cara. Dengan kaki telanjang pengantin pria menginjak sebutir telur ayam mentah yang diletakkan di atas nampan sampai bagian merah dan putihnya hancur dan menjadi satu.Selanjutnya pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria sebagai perlambang baktinya kepada suami.
3. Sinduran/Disingepi sindur
Tata cara. Pundak kedua pengantin ditutup dengan kain sindur oleh ibu pengantin perempuan, berjalan perlahan menuju ‘krobongan’ diikuti bapak dari belakang. Kain sindur yang berwarna putih dan merah melambangkan asal-usul manusia.Namun ada pelaksanaan ‘disingepi sindur’ dimana ibu berjalan di belakang pengantin dan bapak di depannya. Dengan cara itu disebut ‘nggendong anak’, yang artinya kehidupan rumah tangga anak ditanggung orangtuanya. Maksudnya kedua orangtua memberikan ‘panjurung donga pangestu’ kepada kedua anaknya.
4. Bobot timbang
Tata cara. Ayah pengantin wanita duduk di depan ‘petanen’ diikuti pengantin pria duduk dipangku di lutut kanan dan pengantin wanita di lutut kiri. Pada saat itu ibu pengantin maju sambil menanyakan ‘abot endi pakne’ (berat yang mana pak?) Yang kemudian dijawab sang bapak ‘pada wae’ (sama beratnya).5. Ngombe rujak degan
Tata cara. Merupakan tradisi minum rujak satu gelas untuk satu keluarga. Rujak degan yang ada di dalam gelas diminum oleh bapak diteruskan diminum ibu dan diberikan kepada kedua pengantin6. Kacar kucur
Tata cara. Pengantin pria menuangkan ‘ubarampe’ ke pangkuan pengantin wanita yang diberi alas kain sindur. Saat itu mengucapkan ‘kacar kucur rukune kaya sedulur kacang kawak, dele kawak, rakete kaya sanak’.7. Dulangan
Tata cara. Pengantin pria menyuapkan nasi kepada pengantin wanita, kemudian sebaliknya pengantin wanita menyuapi pengantin pria.8. Ngabekten
Tata cara. Pengantin wanita sungkem kepada pengantin pria, lalu kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua sebagai tanda bakti.Senin, 03 September 2018
Ritual Hajatan Pra Resepsi Pernikahan
PROSESI HAJATAN
Sebagai prosesi persiapan dalam menyambut hari pernikahan, prosesi hajatan dilangsungkan dengan harapan seluruh keluarga besar dan calon pengantin yang akan melaksanakan hajat dijauhkan dari segala halangan dan seluruh acara berjalan dengan lancar.
1. Pasang tratag dan tarub
Pemasangan tratag (dekorasi tenda) dan tarub (hiasan dari janur atau daun kelapa yang muda) yang dipajang sebagai hiasan pintu masuk ini menandai bahwa sang keluarga sedang mengadakan acara hajatan mantu. Adapun janur kuning melengkung sebagai pengharapan berkah dan kemakmuran bagi kedua mempelai layaknya meminta cahaya kepada Yang Maha Kuasa.
2. Kembar mayang
Kali ini, ornamen yang dibentuk dari rangkaian akar, batang, daun, bunga, dan buah ini dipercayai dapat memberikan kebijaksanaan dan motivasi bagi kedua pengantin untuk menjalani kehidupan barunya dalam berumah tangga. Biasanya, daun-daun beraneka ragam akan ditekuk ke sebuah batang pisang sehingga menyerupai bentuk gunung, keris, cambuk, payung, belalang, dan burung.
3. Pasang tuwuhan
Tuwuhan yang berarti tumbuh-tumbuhan ini diletakkan di tempat siraman. Anda juga dapat menambahkan buah-buahan seperti setandan pisang pada masing-masing sisi sebagai harapan agar sang pengantin kelak cepat memperoleh buah hati.
4. Siraman
Secara harafiah, siraman berarti mandi dengan air. Pada ritual ini, akan ada tujuh orang yang menyiramkan air ke sang pengantin. Nantinya, sang ayah mempelai wanitalah yang akan menyelesaikan ritual yang dilambangkan sebagai pembersihan diri sebelum menjalankan ritual selanjutnya yang lebih sakral. Selain bertugas mengakhiri siraman tersebut, sang ayah juga akan menggendong mempelai wanita menuju kamar pengantinnya.
5. Adol dawet
Kemudian, kedua orang tua menyelenggarakan acara menjual dawet sebagai hidangan kepada para tamu undangan yang telah hadir menyaksikan prosesi yang telah berjalan. Tetapi, penjualan dawet ini tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi. Di sini, sang ibu akan melayani para pembeli, sedangkan sang ayah akan memayungi sang ibu. Artinya adalah untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya di kemudian hari bahwa mereka harus saling bergotong royong dalam membina rumah tangga.
6. Potong tumpeng
Tumpeng merupakan sajian nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditata mengelilinginya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam ritual Jawa, tumpeng identik dengan simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya menyerupai gunung. Prosesi pemotongan tumpeng ini akan dilakukan oleh ayah dan ibu dengan mengambil bagian puncak tumpeng dan lauk pauknya.
7. Dulangan pungkasan
Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi suapan terakhir oleh ayah dan ibu kepada calon pengantin sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang akan menikah.
8. Tanam rambut dan lepas ayam
Menanamkan potongan rambut kedua calon mempelai bermaksud agar segala hal buruk dijauhkan dari rumah tangga kedua anaknya. Setelahnya akan dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam yang menandai bahwa kedua orang tua telah mengikhlaskan anaknya hidup mandiri bagaikan seekor ayam yang sudah dapat mencari makanan sendiri.
9. Midodareni
Arti kata midodareni sendiri adalah bidadari, sehingga harapan dari ritual malam sebelum melepas masa lajang ini adalah sang pengantin wanita akan terlihat cantik esok harinya bak bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani oleh pihak keluarga saja dan dilarang bertemu oleh calon suaminya karena ia akan menerima nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pernikahan.
https://www.bridestory.com/id/blog/panduan-rangkaian-prosesi-pernikahan-adat-jawa-beserta-makna-di-balik-setiap-ritualnya
Sebagai prosesi persiapan dalam menyambut hari pernikahan, prosesi hajatan dilangsungkan dengan harapan seluruh keluarga besar dan calon pengantin yang akan melaksanakan hajat dijauhkan dari segala halangan dan seluruh acara berjalan dengan lancar.
1. Pasang tratag dan tarub
Pemasangan tratag (dekorasi tenda) dan tarub (hiasan dari janur atau daun kelapa yang muda) yang dipajang sebagai hiasan pintu masuk ini menandai bahwa sang keluarga sedang mengadakan acara hajatan mantu. Adapun janur kuning melengkung sebagai pengharapan berkah dan kemakmuran bagi kedua mempelai layaknya meminta cahaya kepada Yang Maha Kuasa.
2. Kembar mayang
Kali ini, ornamen yang dibentuk dari rangkaian akar, batang, daun, bunga, dan buah ini dipercayai dapat memberikan kebijaksanaan dan motivasi bagi kedua pengantin untuk menjalani kehidupan barunya dalam berumah tangga. Biasanya, daun-daun beraneka ragam akan ditekuk ke sebuah batang pisang sehingga menyerupai bentuk gunung, keris, cambuk, payung, belalang, dan burung.
3. Pasang tuwuhan
Tuwuhan yang berarti tumbuh-tumbuhan ini diletakkan di tempat siraman. Anda juga dapat menambahkan buah-buahan seperti setandan pisang pada masing-masing sisi sebagai harapan agar sang pengantin kelak cepat memperoleh buah hati.
4. Siraman
Secara harafiah, siraman berarti mandi dengan air. Pada ritual ini, akan ada tujuh orang yang menyiramkan air ke sang pengantin. Nantinya, sang ayah mempelai wanitalah yang akan menyelesaikan ritual yang dilambangkan sebagai pembersihan diri sebelum menjalankan ritual selanjutnya yang lebih sakral. Selain bertugas mengakhiri siraman tersebut, sang ayah juga akan menggendong mempelai wanita menuju kamar pengantinnya.
5. Adol dawet
Kemudian, kedua orang tua menyelenggarakan acara menjual dawet sebagai hidangan kepada para tamu undangan yang telah hadir menyaksikan prosesi yang telah berjalan. Tetapi, penjualan dawet ini tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi. Di sini, sang ibu akan melayani para pembeli, sedangkan sang ayah akan memayungi sang ibu. Artinya adalah untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya di kemudian hari bahwa mereka harus saling bergotong royong dalam membina rumah tangga.
6. Potong tumpeng
Tumpeng merupakan sajian nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditata mengelilinginya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam ritual Jawa, tumpeng identik dengan simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya menyerupai gunung. Prosesi pemotongan tumpeng ini akan dilakukan oleh ayah dan ibu dengan mengambil bagian puncak tumpeng dan lauk pauknya.
7. Dulangan pungkasan
Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi suapan terakhir oleh ayah dan ibu kepada calon pengantin sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang akan menikah.
8. Tanam rambut dan lepas ayam
Menanamkan potongan rambut kedua calon mempelai bermaksud agar segala hal buruk dijauhkan dari rumah tangga kedua anaknya. Setelahnya akan dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam yang menandai bahwa kedua orang tua telah mengikhlaskan anaknya hidup mandiri bagaikan seekor ayam yang sudah dapat mencari makanan sendiri.
9. Midodareni
Arti kata midodareni sendiri adalah bidadari, sehingga harapan dari ritual malam sebelum melepas masa lajang ini adalah sang pengantin wanita akan terlihat cantik esok harinya bak bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani oleh pihak keluarga saja dan dilarang bertemu oleh calon suaminya karena ia akan menerima nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pernikahan.
https://www.bridestory.com/id/blog/panduan-rangkaian-prosesi-pernikahan-adat-jawa-beserta-makna-di-balik-setiap-ritualnya
Jumat, 31 Agustus 2018
Definisi Pernikahan adat jawa
Pernikahan
atau sering pula disebut dengan perkawinan merupakan salah satu peristiwa
penting dalam sejarah kehidupan setiap orang. Masyarakat Jawa memiliki sebuah
adat atau cara tersendiri dalam melaksanakan upacara sakral tersebut,Upacara Pernikahan Adat Jawa. Upacara
Pernikahan Adat Jawa dimulai
dari tahap perkenalan sampai terjadinya pernikahan atau akad Nikah.
Tahapan-tahapan Upacara Pernikahan Adat Jawa tersebut
memiliki simbol – simbol dalam setiap sessionnya, atau biasa kita sebut sebagai
makna yang terkandung dalam tiap tahapan Upacara
Pernikahan Adat Jawa.
Pernikahan adat Jawa
melambangkan pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dan pengantin
pria yang gagah dalam suatu suasana kerajaan jawa. Sehingga pengantin
pria dan pengantin wanita seperti menjadi raja dan ratu sehari. Biasanya
acara pernikahan ini diadakan
di rumah orang tua memnpelai wanita, orang tua dari pengantin wanita lah
yang menyelenggarakan upacara pernikahan ini.




























